NADIKABAR.COM — Pemerintah Iran menyatakan kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan skenario perang, saat konflik dengan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. Informasi terbaru menyebut Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan serangan baru, yang kemungkinan bisa terjadi sebelum pemilu sela Amerika pada 3 November.

"Kita siap menghadapi segala skenario, termasuk penghentian layanan penerbangan atau kereta api," kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, dalam konferensi pers, seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir Al-Arabiya, Rabu (14/10/2026).

Namun Mohajerani menambahkan bahwa dirinya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah darurat pemerintah Iran, dengan alasan negara sedang dalam perang dan informasi tertentu tidak boleh dipublikasikan.

"Saya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah karena kita sedang dalam keadaan perang," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun sejumlah laporan tidak lebih dari sekadar rumor dan spekulasi, pemerintah Iran tentu saja telah bersiap menghadapi skenario-skenario yang paling sulit.

Pernyataan juru bicara pemerintah Iran ini disampaikan di tengah semakin meningkatnya peringatan dan ancaman dari Teheran dalam beberapa hari terakhir.