Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, seperti dilaporkan Fars News Agency, mengatakan bahwa setiap serangan lanjutan dari AS dan Israel akan dibalas dengan "respons tegas", dan akan mengakibatkan kerugian lebih besar bagi pihak lawan Iran.

Dia mengatakan bahwa Iran telah melengkapi Angkatan Bersenjatanya dengan "teknologi rudal dan drone yang lebih canggih", serta sistem pertahanan udara, pertahanan laut, dan pertahanan darat.

Tidak hanya itu, menurut Talaei-Nik, Iran telah meningkatkan kapasitas produksi persenjataan, peralatan pertahanan, dan amunisi hingga 2,5 kali lipat dibandingkan dengan tingkat produksi sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.

"Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari tiga kali lipat," sebutnya.

Dia menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 sistem, senjata, jenis peralatan, dan amunisi saat ini masuk dalam cakupan kapasitas produksi Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya.