NADIKABAR.COM — Militer Iran menegaskan bahwa seluruh pelayaran kapal yang melintasi perairan Selat Hormuz harus berkoordinasi kepada angkatan bersenjata Iran yang mengelola dan mengawasi penuh kawasan tersebut.

Penutupan Selat Hormuz masih dilaksanakan dan berdampak kepada distribusi minyak serta kenaikan harga BBM di Amerika Serikat, kata Wakil Kepala Bidang Koordinasi Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Muda Habibollah Sayyari kepada wartawan pada Kamis di sela upacara penghargaan terhadap perawat kesehatan militer.

Menurut Sayyari, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berjaga di bagian barat Selat Hormuz, sementara Angkatan Darat Iran beroperasi di bagian timurnya hingga ke wilayah utara ke arah Laut Oman.

Sayyari kembali mengingatkan setiap pelayaran kapal yang hendak melintasi selat tersebut harus berkoordinasi dengan Iran.

Jika koordinasi tidak dilakukan, maka militer dapat mengambil tindakan seperti yang diberitakan, ungkap Sayyari.

Menurut dia, jika jalur pelayaran dibuka bebas, maka distribusi minyak dapat berlangsung normal dan harga BBM di AS maupun negara lainnya tidak akan tinggi.

Oleh karena itu, jelas Sayyari, pihaknya tetap menutup lalu lintas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz, berlokasi antara Iran dan Oman, sebagai jalur pelayaran BBM internasional yang vital telah terganggu sejak awal Maret 2026.

Hal itu terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Republik Iran telah menerapkan peraturannya terkait navigasi pelayaran di perairan itu sebagai bagian dari pertahanan kedaulatan.

Penerjemah: Bayu Prasetyo