NADIKABAR.COM — Seorang diplomat senior Iran pada Minggu (4/10) mengatakan bahwa Iran sedang meninjau pandangan Amerika Serikat mengenai proposal terbaru Teheran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, menurut kantor berita Fars.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menyampaikan hal tersebut di Teheran, dengan mengatakan bahwa AS telah menyampaikan pandangannya tentang proposal Iran melalui para mediator. Dia menekankan bahwa proposal Iran merupakan "rencana tujuh hari" yang disampaikan kepada pihak lain oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di New York pada akhir September. Gharibabadi mengatakan, "Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat," seraya menambahkan bahwa kapan pun pandangan akhir Iran siap, tindakan yang diperlukan akan diambil melalui "jalur yang tepat." Dia menambahkan bahwa Iran secara bersamaan juga melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi skenario lainnya. Iran menyampaikan sebuah usulan rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, melalui para mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York. Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran.

Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut, serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April.