NADIKABAR.COM — Artis Irfan Hakim baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-51 pada 15 Oktober 2026. Di usia yang tak lagi muda, presenter kondang itu mengaku belum memiliki keinginan untuk mengurangi kesibukannya di dunia hiburan, apalagi pensiun.
Ia mengaku tidak pernah mempermasalahkan padatnya jadwal pekerjaan yang dijalani selama ini.
"Enggak, justru gue mah enggak pernah, enggak pernah mengurangi. Kalau Allah memberikan rezeki, ya sudah gue jalani kepercayaan tersebut. Karena mengeluh saja gue enggak pernah, ngomong capek saja gue enggak pernah," kata Irfan Hakim saat ditemui di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jumat (16/10/2026)
Menurutnya, pekerjaan dan rezeki yang datang merupakan kepercayaan dari Tuhan yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur. Ia pun merasa tak seharusnya membatasi rezeki yang telah diberikan.
"Karena kalau kita ngomong capek, ya Allah akan ambil rezekinya, ambil kenikmatannya. Apalagi kalau dikasih terus, 'Ah gue kurangi'. Eh, Allah saja ke kita enggak perhitungan, kok kita hitung-hitungan," tuturnya.
Irfan menilai kesempatan untuk terus bekerja hingga usia 51 tahun menjadi salah satu alasan dirinya masih aktif di dunia hiburan. Ia bersyukur masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk menjalani berbagai aktivitas.
"Jadi kalau Allah ngasih rezekinya, berarti Allah percaya kita bisa menjalaninya. Dan itulah mungkin salah satu kenapa gue di usia 51 tahun tuh alhamdulillah masih bisa aktif banget, masih bisa bekerja sepenuh hati," ujarnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan pensiun, Irfan dengan tegas menyebut hal tersebut belum pernah terlintas di pikirannya. Ia bahkan mengaku tidak membayangkan berhenti bekerja selama kondisi fisiknya masih memungkinkan.
"Enggak ada, enggak ada. Jadi, karena kan gue bukan pegawai negeri juga, enggak ada pensiunnya. Ya lo berhenti bekerja, ya lo enggak ada pensiunnya," jelasnya.
Meski begitu, Irfan mengaku telah menyiapkan bisnis yang diharapkan bisa tetap berjalan apabila suatu saat dirinya tak lagi mampu aktif bekerja. Baginya, usaha tersebut bukan hanya untuk menjamin kehidupan keluarga, tetapi juga membantu para karyawannya.
"Walaupun begitu, gue juga sudah membuat apa sih, sebuah circle bisnis di kantor, kayak misal kayak di dalam media dan lain-lain. Jadi, in case gue sudah tidak berdaya, itu masih bisa menghidupi banyak orang, tidak hanya keluarga gue, tapi karyawan-karyawan gue," bebernya.
Bagi Irfan, bekerja bukan sekadar soal mencari penghasilan. Ia merasa justru akan kebingungan jika tidak memiliki kegiatan.
"Tapi untuk gue pensiun-pensiun, enggak ada kata tersebut. Jadi gue mah ya selama masih bisa diajak bekerja badannya, ya sudah kerja saja. Karena kalau misal enggak bekerja, justru gue tuh bingung, merasa enggak bermanfaat, dan juga jadi sakit-sakitan," ungkapnya.
Irfan mengaku hanya bisa menikmati liburan dalam waktu singkat. Setelah itu, ia cenderung kembali mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya, mulai dari bepergian hingga berolahraga.
"Kalau misal liburan saja tuh sehari masih bisa menikmati, setelah itu tuh yang aduh apaan sih, enggak enak gitu. Jadi sesedikit waktu apa pun gue manfaatin," katanya.
Ia mencontohkan waktu kosong di antara jadwal pekerjaan pun sebisa mungkin dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas. Baginya, setiap kesempatan yang ada harus digunakan secara maksimal.
Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan telah berkarier sejak 1998. Selama hampir tiga dekade tersebut, ia bersyukur selalu mendapatkan pekerjaan dan tidak pernah benar-benar menganggur.
"Enggak pernah kosong. Jadi gue kan berkarier sudah dari tahun '98, alhamdulillah sih enggak pernah, alhamdulillahi rabbilalamin, enggak pernah dikasih nganggur sama Allah, jadi terus selalu ada kegiatan," pungkasnya.