NADIKABAR.COM โ€” Timnas Republik Irlandia menghajar Israel dalam laga UEFA Nations League. Kemenangan dipersembahkan The Green Army untuk Gaza.

Laga Irlandia vs Israel digelar di tempat netral, yakni di Nagyerdei Stadium, Hungaria, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. Pertandingan jadi sorotan, sebab Irlandia sempat didesak untuk menolak bertanding.

Opresi Israel di Gaza menjadi alasan Irlandia didesak memboikot laga itu. Namun akhirnya, federasinya memilih tetap bertanding.

Meski tetap bermain, pemain Irlandia menunjukkan sikap politisnya terhadap Israel. Para pemain bikin aksi sendiri.

Pemain Irlandia masuk lapangan dengan mengenakan ban hitam tanda duka untuk korban-korban di Gaza. Kemudian, mereka menunduk saat lagu kebangsaan Israel diputar. Lalu, kapten Dara O'Shea juga menolak jabat tangan kapten Israel, Manor Solomon, usai lempar koin.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ The Ireland captain REFUSES to shake hands with the captain of the Israeli team! ๐Ÿค๐ŸšซWriter: Samuelpic.twitter.com/1Bcyeuookr

Dalam pertandingan dini hari tadi, Irlandia juga bisa menang 3-0. Dalam tempo kurang dari setengah jam, Troy Parrott, Adam Idah, dan Jack Moylan membobol gawang lawannya.

Untuk gol ketiga Irlandia, Jack Moylan juga mempersembahkannya untuk warga Gaza. Ia melepas ban hitamnya, berlari ke arah tribune dan menciumnya.

Ireland national team player Jack McIlane kisses black band after scoring the third goal against Israel. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ชThe black bands worn by Ireland players are dedicated to the martyrs in Gaza.Ireland won 3-0 against Israel btw. https://t.co/moJc1k3c7I pic.twitter.com/aWbsHTMCQ1

Di luar lapangan, warga Irlandia sedianya menolak keras timnasnya bertanding melawan Israel. Bahkan bar-bar di Irlandia menolak menyiarkan pertandingannya sebagai bentuk protes.

Pelatih Heimir Hallgrimsson juga menyayangkan hal ini. Ia tahu pemainnya tak bisa memuaskan semua pihak, seraya menegaskan kemenangan jadi bukti Irlandia menjawab kritik lewat permainan.

"Dengan bertanding, kami membuat sebagian orang tidak senang," kata pelatih Irlandia, Heimir Hallgrรญmsson, dalam konferensi pers pasca-pertandingan, melansir ESPN.

"Dengan bertanding, kami membuat orang lain senang. Saya rasa kemenangan mungkin memuaskan semua orang, tetapi tetap akan ada orang-orang yang marah karena kami menggelar pertandingan ini," kata Hallgrimsson, yang juga sempat menyindir Israel soal genosida di Palestina sebelum pertandingan.

"Tapi ini bukan soal saya. Menurut saya, pertandingan ini, serta semangat yang ditunjukkan para pemain untuk membuktikan diri di lapangan. Mereka adalah pemain sepakbola, mereka ingin membuktikannya di lapangan, menyampaikan pesan itu lewat permainan mereka," katanya.