"Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan tantangan-tantangan regional," kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan di platform X.

Laporan soal kunjungan Netanyahu ke UEA itu muncul saat situasi Timur Tengah masih diselimuti perang, yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang dimulai sejak akhir Februari lalu.

Kunjungan diam-diam itu, jika memang terkonfirmasi, dilakukan beberapa pekan setelah laporan mengejutkan dari berbagai media lokal Israel, yang mengungkapkan bahwa Presiden UEA telah memperingatkan Netanyahu sebelum Hamas melancarkan serangan mematikan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang tanpa henti di Jalur Gaza.