NADIKABAR.COM — Otoritas Israel dilaporkan terkejut dengan pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal penghentian bantuan militer tahunan senilai US$ 4 miliar, atau setara Rp 72,7 triliun. Kementerian Keuangan Israel bahkan disebut sama sekali tidak mengetahui niat Trump untuk memangkas bantuan militer tersebut.

Trump, dalam pengumumannya, mengatakan bahwa keputusan menghentikan bantuan militer AS untuk Israel itu telah disepakati dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Trump menyebut penghentian bantuan itu akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Namun, laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (4/11/2026), menyebutkan bahwa para pejabat di Kementerian Pertahanan dan militer Israel terkejut dengan pengumuman Trump.

Dituturkan seorang pejabat senior pertahanan Israel kepada KAN bahwa pengumuman tersebut cukup mengejutkan, meskipun pembicaraan dengan pihak AS membahas bantuan itu masih berlangsung.

Pejabat senior Israel itu mengatakan bahwa instansi terkait belum menerima keputusan resmi tersebut dan akan mengkaji dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dilaporkan oleh KAN bahwa dua minggu sebelumnya, atau pada 20 Oktober, delegasi dari Kementerian Pertahanan Israel sempat berkunjung ke Alabama, AS, untuk membahas rencana pembelian di masa mendatang dengan para pejabat Komando Bantuan Keamanan Militer AS.

Kementerian Keuangan Israel, menurut laporan terpisah dari televisi Israel Channel 12, justru baru mengetahui rencana tersebut saat Trump mengumumkannya pada Selasa (3/11) waktu setempat.

Bantuan militer tahunan dari AS, yang jumlahnya mencapai US$ 3,8 miliar, diharapkan menjadi sumber pendanaan penting bagi anggaran pertahanan Israel untuk tahun 2027 dan 2028.

Berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani tahun 2016, AS berkomitmen untuk memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar US$ 38 miliar selama satu dekade, atau hingga tahun 2028.

Trump, dalam pernyataan kepada Fox News pada Selasa (3/11), mengatakan bahwa bantuan tahunan AS untuk Israel mencapai US$ 4 miliar. Trump kemudian mengatakan bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Netanyahu beberapa bulan sebelumnya untuk menghentikan bantuan tersebut.

"Kita tidak akan membayar lagi untuk Israel," kata Presiden AS tersebut.

Namun, Trump menambahkan bahwa Washington akan tetap membantu Israel jika diperlukan dan akan terus menjual persenjataan kepada sekutu dekatnya itu.

Sejauh ini, belum ada komentar resmi dari Netanyahu atau kantor PM Israel. Namun Netanyahu sebelumnya telah menyuarakan perlunya mengurangi ketergantungan Israel pada bantuan militer AS dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.