Laporan media Israel, Walla, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (3/11/2026), menyebutkan bahwa militer Israel tetap dalam status siaga tinggi di tengah kekhawatiran Iran dapat melancarkan serangan mendadak, baik secara langsung atau melalui kelompok-kelompok sekutunya, terhadap kepentingan AS di kawasan atau terhadap Israel.

Walla juga melaporkan bahwa badan-badan intelijen Israel khawatir Teheran mungkin melakukan provokasi militer berskala besar yang dapat mempengaruhi pemilu sela AS.

Menurut laporan Walla, militer Israel telah meningkatkan persiapan defensif maupun ofensif dalam beberapa pekan terakhir, melalui koordinasi dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Pentagon.

Mengutip sejumlah pejabat militer Israel, Walla melaporkan bahwa koordinasi keamanan antara Israel dan AS telah mencapai level tertinggi, dan Tel Aviv akan menerima peringatan dini jika Washington memutuskan untuk kembali menyerang Teheran.

Namun, menurut laporan yang sama dari Walla, penilaian militer Israel menunjukkan bahwa kemungkinan AS melancarkan serangan preemptive sebelum pemilu sela AS tetap rendah, karena Trump lebih memilih untuk mengoptimalkan negosiasi diplomatik dan tekanan sebelum mengambil tindakan militer.