Martha mengaku juga tak menaruh curiga terhadap tungku bakar atau cerobong. Sebab, ia sempat menanyakan ke tukang untuk keperluan membakar sampah.
"Kemudian untuk cerobong, saya tahu cerobong itu dibuat karena kan memang ada tukang yang datang di situ dan saya juga kenal dengan tukangnya. Jadi, ya (tanya) mau bikin apa, cerobong untuk sampah, ya sudah, hanya sebatas itu," ungkap Martha.
"Karena memang kalau dia (Bagus) di rumah memang ya rajin bersih-bersih, kemudian apa, misalnya saat turunin bonsai ataupun motong-motong apa, itu memang biasanya berakhir memang dibakar begitu di pojokan sana," tandas Martha.