Menurut Martha, setelah menghabisi dan menghilangkan jasad Dini dana anaknya, Bagus berprilaku seperti biasanya. Namun setelah dirinya mengetahuinya, ia mengaku syok.
"Kami berinteraksi secara normal selayaknya suami istri tidak ada yang berubah dari gerak-gerik dan juga perilaku suami saya. Saya pun tidak merasa ada kecurigaan sama sekali. makanya saya pun sangat shock dan terpukul ketika kenyataannya ataupun faktanya berkata kalau suami saya melakukan hal demikian," jelasnya.
Martha mengaku perasaannya sedih, marah dan kecewa bercampur jadi satu. Ini karena ia harus menerima bahwa selama ini, ia telah dikhianati Bagus, tak hanya itu ia juga mendapat tuduhan ikut terlibat pembunuhan yang tak pernah diketahuinya itu.