NADIKABAR.COM — Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia atau Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA) memanfaatkan metode "Idola" untuk memacu nilai tambah industri olahan kayu nasional melalui penguatan teknologi modifikasi yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Ketua Presidium ISWA Jimmy Chandra menyampaikan metode Idola dikembangkan sebagai pendekatan teknologi modifikasi kayu untuk meningkatkan karakteristik material, termasuk kekuatan, stabilitas dimensi dan ketahanan biologis atau durability.
Pengembangan inovasi ini katanya dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, dilakukan melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Jaya Cemerlang Industry (JCI).
Jimmy menyampaikan salah satu sasaran pengembangan metode ini adalah meningkatkan kualitas kayu yang sebelumnya berada pada kelas kuat/awet rendah, yakni kelas 5–4, agar dapat mencapai karakteristik kelas kuat/awet yang lebih tinggi, yaitu kelas 2–1.
Menurut dia, tantangan industri kayu saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan bahan baku, tetapi bagaimana mengolahnya menjadi material berkinerja tinggi dengan nilai ekonomi lebih besar.