NADIKABAR.COM — Badan Keamanan Siber Nasional Italia, Senin (2/11), mendesak peritel besar, operator logistik pangan, dan perusahaan pendingin industri untuk memperkuat langkah-langkah keamanan menyusul serangkaian serangan siber di beberapa negara Eropa.

Peringatan tersebut muncul setelah serangan siber terhadap sistem pendingin berdampak pada setidaknya empat supermarket Coop di Sisilia, yang menyebabkan bahan pangan menjadi rusak, menurut laporan kantor berita Italia, ANSA.

Giuseppe Spadaro, manajer umum grup Radenza, perusahaan yang mengoperasikan supermarket dengan merek Coop, mengatakan bahwa setidaknya tiga gerai di Catania dan satu gerai di Palermo menjadi sasaran.

Serangan tersebut mengubah pengaturan suhu pada sistem pendingin, sehingga suhu di etalase pendingin makanan meningkat hingga melampaui batas aman.

"Serangan terjadi pada pukul 4 pagi. Kami sedang melakukan penilaian terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Untuk beberapa kasus, masalah tersebut telah berhasil kami atasi," kata Spadaro.