Hanya saja penyelesaian sejumlah situasi kurang presisi, juga diwarnai ketidakberuntungan. Termasuk peluang Giorgio Scalvini di penghujung laga yang membentur mistar gawang.

"Belgia bermain lebih baik di babak pertama, kami mengambil inisiatif di babak kedua dan bisa saja menyamakan skor. Tapi kami kebobolan lewat serangan balik dengan kesalahan kami. Ya beginilah sepakbola," kata Mancini dikutip Football Italia.

"Babak pertama itu memang di bawah ekspektasi, karena Belgia main lebih baik, tapi tidak dengan babak keduanya. Tim sudah tampil sangat baik sampai gol kedua itu, kami punya empat atau lima kans untuk menyamakan, kami mendesak mereka tapi Belgia itu tim yang kuat," tambahnya.