Ruang lingkup kerja sama komprehensif ini mencakup riset dan pengembangan ekstrak bahan alam serta turunannya, hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, pengembangan publikasi ilmiah bersama, pemanfaatan teknologi hasil penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penjajakan skema pendanaan inovasi.
Selain penguatan produk hilir dan peningkatan skala produksi (scale-up), kerja sama ini turut membuka ruang integrasi dunia pendidikan tinggi, meliputi program magang mahasiswa, pengerjaan tugas akhir, serta pelatihan teknis terpadu yang melibatkan akademisi dan praktisi industri farmasi.
"Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi katalisator utama dalam mewujudkan kemandirian kedaulatan kesehatan nasional melalui pemanfaatan riset anak bangsa yang berdaya saing tinggi," tuturnya.