Kehadiran kemitraan ini di dalam forum DTIIF 2026, mempertemukan secara langsung jajaran pemerintah, BUMN, investor global, industri, perguruan tinggi, serta lembaga riset dalam satu ekosistem kolaborasi nasional.

Hasil-hasil penelitian dan kajian akademis ITB nantinya akan dimanfaatkan oleh Danantara sebagai basis analisis dan pijakan ilmiah dalam pengambilan keputusan investasi serta pengembangan teknologi industri strategis secara nasional.

"Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus mendorong pemanfaatan riset perguruan tinggi agar berdaya guna secara langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa," tutur Tatacipta.

Guna mengawal implementasi teknis dan substansi riset di lapangan, penandatanganan ini turut disaksikan jajaran peneliti ITB, di antaranya Husna Nugrahapraja, Rindia Maharani Putri, Fenny Martha Dwivany, Gabriella Alodia, Yazdi Ibrahim Jenie, serta Intan Taufik.