Kawasan pariwisata premium di Nusa Dua itu memiliki sekitar 97 hektare Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau 27 persen dari total kawasan, dengan lebih dari 5.700 pohon dari 138 jenis vegetasi.
Kawasan seluas total 350 hektare tersebut juga menerapkan sistem mengolah dan memanfaatkan kembali air limbah sebagai irigasi kawasan hijau.
“Kami ingin rejuvenasi ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan saja, namun juga meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kualitas lingkungan,” ucapnya.
Ia berharap ke depan aset dan fasilitas yang ada dapat semakin optimal mendukung aktivitas wisata, pelaku usaha, kegiatan wisata maupun kebutuhan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan pariwisata Bali.