NADIKABAR.COM — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat omzet penjualan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada ajang MotoGP Indonesia yang telah digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai Rp2,94 miliar.

"Total 769 UMKM yang tercatat berpartisipasi dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, dengan transaksi hari ketiga mencapai Rp1,63 miliar dan kuliner lokal mendominasi penjualan," kata Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana di Lombok Tengah, Rabu.

Ia menjelaskan capaian itu, berasal dari aktivitas perdagangan di berbagai titik komersial, baik di dalam maupun di luar area Pertamina Mandalika International Circuit, yang membuka akses pasar bagi pelaku usaha selama penyelenggaraan ajang motorsport internasional tersebut.

"Kami mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam penyelenggaraan event internasional untuk memperluas akses pasar bagi UMKM," ujar dia.

Ia mengatakan dari total 769 UMKM yang tercatat berpartisipasi, ekosistem komersial di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit melibatkan 310 tenant, yang terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional (national brand).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 merupakan UMKM Dinas, 73 tenant berada di area festival, 47 tenant di area grandstand, serta masing-masing lima tenant di area Nusantara dan Paddock Cafe.

Partisipasi itu turut mencakup 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina di area Festival, serta pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Sementara di luar kawasan sirkuit, sebanyak 459 UMKM turut meramaikan aktivitas perdagangan di berbagai titik, termasuk 189 UMKM di area Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol II serta 270 UMKM di area parkir dan sejumlah titik di sekitar sirkuit.

"Keterlibatan UMKM ini merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang dari kegiatan berskala nasional maupun internasional," katanya.

Ia mengatakan ITDC akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran.

Dari total omzet yang tercatat, kontribusi terbesar berasal dari area Commercial Booth sebesar Rp1.125.167.280 atau 38,3 persen. Selanjutnya, UMKM Binaan menyumbang Rp848.999.700 atau 28,9 persen, UMKM Dinas sebesar Rp715.013.000 atau 24,3 persen, serta Paddock Area sebesar Rp251.384.588 atau 8,5 persen.

Aktivitas penjualan mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan, dengan omzet sekitar Rp1,638 miliar atau 55,7 persen dari total omzet selama tiga hari.

Dari sisi produk, makanan lokal menjadi kategori dengan kontribusi terbesar, yakni 29,7 persen, diikuti kopi sebesar 22,9 persen, minuman sebesar 20 persen, panganan sebesar 16,8 persen, dan western food sebesar 10,7 persen.

"Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi produk kuliner terhadap aktivitas perdagangan selama event berlangsung," katanya