Menurut dia, konsorsium ini terbentuk karena masih terbatasnya kontribusi riset dan pengembangan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, anggaran riset dan pengembangan Indonesia baru mencapai sekitar 0,23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Melalui konsorsium ITX, keempat perguruan tinggi negeri tersebut membangun ekosistem inovasi yang saling melengkapi berdasarkan keunggulan spesifik masing-masing kampus.

Dalam pembagian fokus riset, ITB berfokus pada pengembangan advanced manufacturing, energi baru, dan semikonduktor melalui Bandung Tech Valley. Sementara ITS mengembangkan otomasi industri, robotika, dan kendaraan listrik melalui Maritime and Automation Hub.

Selanjutnya, ITERA memperkuat pengembangan energi terbarukan, agroindustri, dan bioekonomi melalui Sumatera Energy & Bioindustry Park.