Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ini dipersiapkan agar mahasiswa siap menghadapi perubahan dunia kerja dan teknologi yang cepat. Ia pun berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak pasif dan memanfaatkan peluang emas ini.

"Kerja sama nasional dan internasional sudah kami bangun. Peluang-peluang akademik sudah kami siapkan. Namun, semua itu tidak akan berarti jika mahasiswa menjadi pasif. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berorganisasi, melakukan riset, dan mengembangkan diri," ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan, pihaknya siap memberi kesempatan mahasiswa Unusa merasakan pengalaman belajar di kampus ITS. "ITS memberikan kesempatan para mahasiswa Unusa untuk saling berinteraksi dan memperoleh pengalaman belajar di ITS. Tentu untuk program studi yang memang ada di dua kampus tersebut," kata Prof Bambang.

Terdapat empat program akademik utama yang disiapkan melalui kerja sama ini, meliputi credit transfer, joint/double degree, joint supervision, serta fast track S1-S2 terintegrasi.