Ia menjelaskan, pembangkit-pembangkit yang berbasis gas penting untuk melengketkan antara PLTN yang baseload dengan PLTS dan PLTB.

"Itu karena pembangkit yang berbasis gas bisa naik turun dengan cepat, atau bisa mati hidup dengan cepat juga. Jadi yang biarlah PLTN tetap lurus, tapi gas atau PLTA itu bagian naik turun. Karena listrik itu supply dan demand harus sama setiap detik," ujarnya.

Ia menilai pengaturan kombinasi pembangkit tersebut menjadi penting karena keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik harus terjaga setiap saat agar sistem kelistrikan tetap andal dan kebutuhan masyarakat maupun industri dapat terpenuhi.

Namun, pemanfaatan pembangkit gas sebagai penyeimbang juga perlu memperhatikan ketersediaan cadangan gas alam nasional agar kebutuhan energi selama masa transisi dapat dipenuhi secara berkelanjutan.