NADIKABAR.COM — Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 yang baru saja dilantik Dr Iwan Aflanie menyatakan saatnya ULM maju bersama kayuh baimbai waja sampai kaputing.
"Kemajuan ULM harus diperjuangkan bersama seluruh sivitas akademika, ini semangat yang kita gelorakan," kata Iwan kepada NadiKabar usai dilantik Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Badri Munir Sukoco di Jakarta, Senin.
Kayuh baimbai adalah semboyan dan filosofi masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan yang bermakna bekerja bersama-sama, bergotong royong, dan seia sekata untuk mencapai suatu tujuan.
Sementara waja sampai kaputing adalah motto perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan yang bermakna tekad bulat untuk pantang menyerah dan berjuang terus hingga titik darah penghabisan atau sampai tujuan tercapai.
Iwan mengaku segera melakukan konsolidasi internal untuk menyempurnakan segala bentuk tata kelola demi terwujudnya good governance di ULM.
Dia pun menekankan pengawalan terhadap peningkatan mutu akademik.
Selanjutnya, Iwan juga akan memperkuat kolaborasi pentahelix baik bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan dunia kerja serta media.
"Tentunya kita mempersiapkan diri untuk memperkuat kembali upaya menuju go internasional masuk jajaran World Class University (WCU)," tambahnya.
Di sisi lain, Iwan mengucap syukur atas kelancaran proses pemilihan hingga dirinya dilantik hari ini.
"Alhamdulillah kami menyampaikan terima kasih atas segala kepercayaan dan dukungan serta doa-doa yang tulus dari seluruh sivitas akademika ULM," ucapnya.
Sementara Prof Badri Munir Sukoco yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto dalam sambutannya mendorong kampus tidak hanya unggul secara akademik namun tangguh dalam persaingan global.
"Perguruan tinggi harus responsif terhadap perubahan zaman, teruslah melahirkan inovasi dari hasil riset untuk memberikan dampak terbaik kepada bangsa dan negara," katanya.
Pada kesempatan yang sama, turut dilantik Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Bhayu Rhama, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) Dr Heriad Daud Salusu serta sejumlah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Kepala SMA Unggul Garuda dan pejabat di lingkungan Kemdiktisaintek.