Adapun peragaan busana yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) tersebut menghadirkan batik berbahan katun sepenuhnya dan material tencel, yang dilengkapi dengan busana pendamping berbahan sutra dan denim.

Perpaduan siluet tersebut menghadirkan material dan tekstur dengan interpretasi kontemporer batik dalam beragam bentuk busana.

Secara umum desain koleksi ini menampilkan motif yang berani bernuansa flora dan fauna serta pengembangan dari motif klasik dari sang maestro yakni Iwan Tirta.