Ia lantas mendesak kubu DPP untuk segera menyudahi manipulasi politik semacam itu dan mencabut berbagai pembatasan tak masuk akal yang menghambat laju pertukaran budaya lintas selat.

Sikap defensif China di ranah hiburan ini nyatanya tak cuma berhenti pada kasus Zhang Linghe. Dalam kesempatan yang sama, Beijing justru pasang badan mendukung musisi legendaris Taiwan, Jay Chou.

Belum lama ini, sang bintang pop ketahuan mengunggah ulang dan menyukai klip video saat menghadiri turnamen tenis Shanghai Masters.

Dalam cuplikan tersebut, sang pembawa acara secara gamblang memperkenalkan Jay Chou sebagai "penyanyi China".

Bagi Zhang Han, pengakuan identitas semacam itu adalah ekspresi yang tulus. Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan pada dasarnya sama-sama orang China.

Sang juru bicara lantas menuding balik kubu pro-kemerdekaan Taiwan yang kerap menggunakan dalih politik untuk melabeli dan menyerang artis-artis yang punya kedekatan kultural dengan daratan.