NADIKABAR.COM — Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menetapkan Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah prioritas nasional dengan mengalokasikan lonjakan kuota pelatihan calon pekerja migran hingga mencapai 140.000 orang pada tahun 2027.

"Jawa Barat ini kantong pekerja migran dengan penduduk 51 juta jiwa. Tahun 2026 ini kuotanya 7.000 orang, tetapi tahun 2027 melonjak menjadi 140.000 orang. Tahun berikutnya naik lagi jadi 180.000 dan tahun 2029 ditarget sebanyak 140.000 orang," ujar Menteri P2MI Mukhtarudin saat meresmikan Migrant Center dan peninjauan SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Bandung, Jumat.

Mukhtarudin menegaskan bahwa seluruh biaya pelatihan upskilling, sertifikasi kompetensi, hingga uang saku peserta program SMK Go Global ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).