"Pada hari ini, Selasa tanggal 1 Agustus 2026, sekira pukul 11.00 WIB, di RW 5 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, telah ditemukan sesosok mayat yang terbungkus oleh kardus," kata Kurniawan di TKP.

Kurniawan mengungkap ciri-ciri mayat yang ditemukan di dalam kardus.

"Mayat tersebut perempuan, diperkirakan berusia 30 tahun," tambahnya.

Dilihat dari kondisi korban, Kurniawan sebut jika korban merupakan korban pembunuhan.

"Ya, hasil penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi diduga ini ada upaya dari pembunuhan, namun demikian kita masih melakukan penyelidikan dari titik awal TKP," tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan alasan penutupan sementara Kawasan Gasibu yang dilakukan mulai hari ini hingga awal tahun 2027 mendatang. Penutupan dilakukan karena kawasan itu akan direnovasi secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Gasibu merupakan ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kondisi fasilitas di kawasan tersebut harus diperhatikan agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Herman mengaku cukup memahami kondisi Gasibu karena dirinya juga menjadi salah satu pengguna kawasan tersebut. Menurutnya, perbaikan terutama diperlukan pada sejumlah bagian fasilitas yang kondisinya sudah tidak ideal.

"Gasibu itu ditata. Saya kebetulan salah satu pengguna Gasibu juga, jadi tahu persis track-nya itu kan, kondisinya kan harus diperbaiki karena itu fasilitas publik ya, ruang publik. Apalagi masyarakat Jawa Barat sangat concern ya untuk memanfaatkan fasilitas atau ruang publik Gasibu," kata Herman.

Ia menegaskan, penataan dilakukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan Gasibu dengan rasa nyaman dan aman. Pemerintah tidak ingin kondisi fasilitas yang kurang baik justru berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan.

"Ya tugas kami kan harus melakukan perbaikan, renovasi agar masyarakat mendapatkan kenyamanan pada saat menggunakan Gasibu. Jangan sampai karena track-nya kurang baik kemudian kan bisa tijalikeuh (terpeleset) ya kalau kata orang Sunda mah," ujarnya.

"Ya jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan. Yang ujungnya mah masyarakat nyaman lah menggunakan Gasibu," sambungnya.

Selain memperbaiki fasilitas, penataan juga akan memperhatikan aspek estetika kawasan. Namun, Herman memastikan perubahan yang dilakukan akan menyesuaikan kondisi lingkungan dan landscape yang sudah ada di sekitar Gasibu.

Menurutnya, Gasibu memiliki perpaduan tim redaksi unsur alam dan bangunan sehingga konsep penataan harus disesuaikan dengan karakter kawasan tersebut.

"Secara estetika ya disesuaikan dengan landscape. Ya di sana kan ada estetika alam ya, ada estetika buatan. Yang jelas disesuaikan. Ya insyaallah kondisinya akan jauh lebih baik dibanding dengan sebelumnya," ucap dia.