Pemkot Bandung resmi memulai relokasi 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Proses belajar kini sudah dipindahkan ke SDN 148 Cibaduyut dengan mekanisme pembelajaran pada siang hari.

Sebagaimana diketahui, ratusan SDN 026 Bojongloa sudah bertahun-tahun terdampak masalah sengketa lahan. Sekolah yang berlokasi di Cibaduyut, Kota Bandung itu bahkan sempat digembok ahli waris yang membuat proses belajar jadi terganggu.

"Kemarin sebagian sudah dipindahkan, dan hari ini akan di-abringkeun kabeh mulai jam 12 siang, dan pendidikan sesi dua itu mulai jam 12.30," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan hari ini.

Farhan menyatakan, meski seluruh siswa SDN 026 Bojongloa nantinya pindah belajar, aset sekolah tersebut masih disimpan untuk beberapa waktu ke depan. Sebab menurutnya, belum ada perintah dari pengadilan untuk pengosongan area itu buntut kasus sengketa lahan.

"Enggak dikosongkan. Kita kan menunggu perintah dari pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah kepada Pemerintah Kota Bandung untuk menyerahkan, jadi surat perintah eksekusinya masih kita tunggu," ucapnya.

"Selama belum ada eksekusi, kami tetap di sana. Ada yang menjaga aset-aset di sana," tambahnya.

Relokasi ratusan siswa SDN 026 Bojongloa dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali aksi penggembokan oleh ahli waris. Pemkot Bandung juga terus memastikan rencana pembangunan gedung baru sekolah itu bisa berjalan tanpa hambatan.

"Kami ingi menghindari jangan sampai ada lagi teror-teror yang dilakukan dengan penggembokan seperti itu. Itu kan teror. Kasihan anak-anaknya. Kita pasang badan untuk memastikan hak pendidikan anak-anak," pungkasnya.

Warganet dihebohkan dengan video warga binaan pesta makanan. Kejadian yang menyorot publik itu terjadi di Rutan Kelas 1 Bandung atau Kebonwaru.

Dari rekaman yang tersebar di media sosial (medsos) TikTok Lambe Turah Official, ada sekitar 10 orang warga binaan yang hendak menyantap makanan siap saji.

Dalam postingan tersebut mengatakan, uang untuk membeli makanan siap saji itu diduga dari hasil penipuan.

"Alhamdulillah, semoga barokah sadayana (semuanya)," ucap perekam sambil menunjukkan suasana sel tahanan yang menggelar banyak makanan dan minuman.

Dikonfirmasi awak media, Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, memastikan kejadian pesta makanan itu bukan kejadian baru, melainkan terjadi pada tahun 2024 lalu.

"Itu kejadian tahun 2024 di blok F Rutan Kebonwaru," katanya hari ini.

Yudi mengungkapkan, Kepala Rutan Kebonwaru yang saat itu menjabat dan warga binaan yang ada di dalam video sudah diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karutan beserta yang terkait sudah diberi sanksi termasuk warga binaannya," ungkapnya.

"Semua warga binaan yang di video di atas sudah dimutasi ke beberapa UPT di Jawa Barat," tambahnya.

Yudi berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi. Yudi menegaskan, pihaknya akan memantau ketat aktivitas para warga binaan di lapas dan rutan di Jawa Barat.

"Karutan dan beberapa pejabatnya sudah digeser. Jadi yang sekarang (menjabat) pada relatif baru," pungkasnya.