NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, menyiapkan serangkaian langkah strategis komprehensif guna mengendalikan persoalan banjir tahunan di kawasan Bandung Raya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu, menerangkan langkah strategis itu mulai dari pembangunan danau retensi di Lanud Sulaiman, normalisasi total sungai pada 2026, hingga sodetan sepanjang satu kilometer pada 2027.
Dedi menegaskan bahwa penanganan banjir kawasan urban tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis kolaborasi lintas daerah yang menggabungkan perbaikan kapasitas sungai, tata kelola sampah, hingga pembangunan infrastruktur pengendali air.
"Jangan menunggu tahun depan. Nanti banjir lagi," ujar KDM saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan jajaran teknis Kota Bandung.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik memaparkan bahwa prioritas pengerjaan pada tahun anggaran 2026 difokuskan pada pengerukan dan normalisasi sungai secara menyeluruh dari titik muara dengan standar lebar minimal lima meter.
"Untuk 2026, pertama normalisasi total dari muara, diperdalam. Lebar minimum lima meter semua," kata Dikky.