Selain pengerukan sedimen, Pemprov Jabar akan merestrukturisasi bangunan air yang menghambat debit luapan dengan mengubah bukaan tunggal menjadi ganda, serta membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di titik-titik rawan limpasan.
Dedi menginstruksikan agar pengerjaan fisik pengerukan manual sepanjang satu kilometer dieksekusi secara profesional menggunakan tenaga berpengalaman dengan sistem borongan terukur, bukan sekadar padat karya seremonial.
"Kalau hanya padat karya biasa, nanti pekerjaannya tidak ada tambahnya," ujar Dedi.
Ia menambahkan, seluruh aspek teknis mulai dari kebutuhan tenaga kerja, standar upah, mobilisasi alat berat, armada pengangkut, hingga penyiapan lokasi pembuangan material (disposal area), harus dikalkulasi presisi sejak awal.
Guna mencegah penyumbatan aliran air akibat limbah padat, pemerintah akan memasang penyekat sampah (trash rack) khusus untuk menghadang sampah kiriman dari wilayah Kota Bandung, didukung operasional alat berat mini, armada pengangkut, dan tempat pengolahan sampah terintegrasi.
Sementara untuk skema jangka menengah, Dedi memerintahkan penyusunan perencanaan sodetan sepanjang satu kilometer pada tahun 2027 guna mengalihkan arus air langsung ke sungai penerima tanpa melintasi permukiman padat.