NADIKABAR.COM — Jack Miller murka dengan keputusan MotoGP untuk tetap menggelar MotoGP Qatar pekan ini di tengah situasi yang tak aman di Timur Tengah.
MotoGP memasuki akhir musim dengan tiga balapan tersisa yaitu Qatar, Portugal, dan Valencia. Setelah sukses menggelar balapan MotoGP Malaysia, Qatar jadi seri beruntun yang akan digelar setelah balapan di Sepang.
Namun situasi di Timur Tengah mengundang rasa khawatir. Jack Miller sendiri heran dengan keputusan MotoGP untuk tetap menggelar MotoGP Qatar sejauh ini.
"Saya tidak ingin pergi. Semuanya pun begitu. Ada 19 dari kami yang tidak ingin pergi ke sana."
"Saya tidak berpikir bahwa kami harus balapan dengan kondisi seperti itu. Kami membuat opini yang jelas soal ini. Kami akan melihat bagaimana keputusannya nanti," ucap Jack Miller usai balapan di Sepang, dikutip dari Motorsport.
Jack Miller menilai situasi genting seperti ini, pembalap harus muncul sebagai suatu kesatuan. Dengan bersama-sama, Jack Miller yakin pembalap bisa lebih didengar.
"Sebagai pembalap, kami harus bersatu dan melakukan yang terbaik yang kami bisa, dan memberikan ancaman [ke penyelenggara] dengan amunisi yang kami miliki. Ini bukan hanya untuk pembalap, melainkan juga untuk orang-orang yang ikut serta di kejuaraan ini [staf, mekanik, dan lain-lain]."
"Silakan berbicara pada 50 persen orang di paddock, tidak ada yang ingin pergi. Saya tak paham alasan kami harus ke sana. Saya tidak mengerti," ucap Jack Miller.
Beruntung bagi Jack Miller, tak lama kemudian Yamaha memutuskan menarik diri dari balapan MotoGP Qatar. Artinya Jack Miller bersama Fabio Quartararo, Alex Rins, Toprak Razgatliouglu tidak akan bertarung di Losail.