Sementara itu, kandidat dari luar Belanda seperti Pep Guardiola juga tidak dapat menerima tawaran karena sedang menjalani masa istirahat. Xavi pun mengaku tak keberatan apabila dirinya dianggap bukan pilihan pertama.

"Yah, itu bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kami... naik podium. Saya tidak peduli," ujarnya, dikutip NadiKabar dari ESPN.

Xavi memiliki kedekatan tersendiri dengan filosofi sepak bola Belanda. Ketika masih bermain di Barcelona, ia pernah berada di bawah arahan Louis van Gaal dan Frank Rijkaard. Filosofi permainan Barcelona sendiri banyak dipengaruhi pemikiran legenda Belanda, Johan Cruyff.

Berbekal pengalaman tersebut, Xavi berambisi menghidupkan kembali semangat Total Voetbal dalam permainan Timnas Belanda. Menurutnya, Oranje belakangan mulai kehilangan identitas tersebut akibat berbagai penyesuaian yang dilakukan.