Tantangan Dito tak berhenti pada fisik saja. Sebagai pemeran utama, ia dituntut untuk mengekspresikan emosi Piit yang rumit, sementara wajah dan tubuhnya terhalang oleh riasan tebal serta kostum pocong.

"Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," tuturnya.

Film Conjurig sendiri terinspirasi dari fenomena nyata komunitas Comjurig di Bandung, yakni kelompok cosplayer hantu yang biasa menghibur wisatawan di kawasan Asia Afrika dan Braga. Sutradara Tubagus Deddy menjelaskan bahwa di balik kerumitan riasan tebal yang dipakai para pemain, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan.

"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang enggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin Conjurig angkat," katanya.