Pilar ketiga difokuskan pada 'Program Harapan Penyembuhan bagi Pasien Kanker' yang diawali melalui penyaluran bantuan obat terapi kanker senilai Rp 5 miliar bagi masyarakat ekonomi lemah. Penyaluran obat tersebut bersumber dari portofolio PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) dan didukung oleh donasi pribadi Executive Chairman Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi.
Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk sekaligus Wakil Ketua Pengurus Yayasan TSKM I Made Dharma Wijaya menjelaskan program ini bertujuan melengkapi pengobatan yang tidak ter-cover BPJS Kesehatan guna memastikan pasien dapat menyelesaikan seluruh siklus terapi tanpa terputus.
"Nah tujuan daripada program ini adalah memperluas akses bagi pasien di Indonesia, lalu tentu saja berperan nyata dalam meringankan beban finansial dari pasien dan keluarganya, dan yang terakhir tentu penyalurannya akan dilakukan secara transparan dan akuntabel dan bekerja sama tentunya, karena penanganan kanker ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang rumah sakit atau dokter, tetapi harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki instalasi pelayanan kanker," ungkap Made.
Ia menambahkan, sasaran akhir dari program ini adalah untuk meningkatkan survival rate atau harapan hidup dari penderita kanker. Sebab dalam banyak kasus, pengobatan kanker tidak efektif karena cycle tidak dilakukan secara penuh.
"Contohnya misalnya satu cycle itu harus dilakukan secara terus-menerus selama 21 hari dan harus selama setahun, tetapi karena keterbatasan biaya mungkin hanya dilakukan selama 3 bulan karena tidak memiliki lagi budget untuk pengadaan obat pada cycle-cycle berikutnya. Nah itu yang menyebabkan kemudian banyak yang tidak tertolong. Nah kita hadir untuk bisa membantu kondisi tersebut," pungkasnya.