Menyadur laman Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dalam penentuan awal bulan Hijriah. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi benda-benda langit tanpa harus menunggu hilal terlihat secara langsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Muhammadiyah juga menggunakan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melalui perhitungan tersebut, awal Syawal dapat ditentukan berdasarkan parameter astronomi dan kalender yang telah dihitung sebelumnya.

Berdasarkan laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), NU sendiri menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan fisik bulan baru) yang didukung oleh perhitungan hisab (astronomi) untuk menentukan awal Ramadhan untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri. Pengamatan hilal dilakukan untuk memastikan apakah hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Pelaksanaan hisab dan rukyat dikoordinasikan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Hasil pengamatan dan perhitungan tersebut kemudian menjadi bahan dalam menentukan awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Itulah prediksi jadwal libur Lebaran dan cuti bersama 2027 dan metode penetapannya. Semoga bermanfaat ya, pembaca!