Mengisi hari libur Lebaran tidak lepas dari pelaksanaan ibadah khas Idul Fitri. Mengutip kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, terdapat dua amalan utama yang disunnahkan saat Lebaran Idul Fitri:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mengumandangkan takbir dimulai sejak waktu pergi salat hingga khutbah dimulai. Namun, ada juga sebagian ulama lain yang berpendapat bahwa takbiran bisa dimulai sejak hilal terlihat pada malam hari raya Idul Fitri hingga pagi hari ketika hendak pergi menuju tempat salat Id.
Melaksanakan salat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad. Waktunya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Berbeda dengan salat Idul Adha yang dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal, salat Idul Fitri disunnahkan untuk ditunda hingga matahari agak meninggi. Salat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat, dengan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.