Kawasan tersebut dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis dalam ekosistem Citarum. Kawasan ini berada di wilayah hulu Citarum, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, kawasan kaki Gunung Wayang. Karena itu, upaya menjaga kelestarian Citarum tidak terlepas dari perlindungan kawasan hulu, mata air, hutan, serta masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Upaya tersebut memerlukan proses yang dilakukan secara berkelanjutan. Artha Graha Peduli (AGP), sebagai salah satu pihak yang mendukung kegiatan ini, telah terlibat dalam program Citarum Harum sejak 3 Desember 2017. Keterlibatan tersebut dimulai dari kawasan hulu, khususnya di sekitar Situ Cisanti dan kaki Gunung Wayang.

Sejak awal, pendekatan AGP tidak hanya berfokus pada penanaman pohon dan kebersihan sungai, tetapi juga mencakup pemulihan lingkungan serta pelibatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi lingkungan, pembibitan dan penanaman pohon, pemeliharaan serta rehabilitasi lahan, hingga pemberdayaan masyarakat dan kelompok tani. Selain itu, pengembangan tanaman keras, pola multikomoditas, dan budidaya kopi turut dilakukan untuk menghubungkan upaya konservasi dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut bermula dari pemahaman bahwa menjaga Citarum bukan semata-mata menjaga aliran sungainya. DAS Citarum membentang dari kawasan Gunung Wayang hingga Muara Gembong dan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat, antara lain untuk kebutuhan air, pertanian, pembangkit listrik, serta berbagai aktivitas ekonomi.

Karena itu, menjaga kawasan hulu menjadi bagian penting dari keberlanjutan Citarum. Menjaga sumber air berarti menjaga aliran sungai, sedangkan menjaga lingkungan di sekitarnya berarti menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

Ground Talk juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa pemulihan dan pelestarian Citarum membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat menjadi kerangka kolaborasi yang mempertemukan kepentingan lingkungan dengan peran pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.