Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tenaga medis yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga Jawa Tengah tetap bebas rabies. Upaya tersebut dinilai penting karena rabies merupakan penyakit yang membahayakan.
Gus Yasin menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Menurutnya, langkah vaksinasi masif merupakan bagian dari upaya membangun perlindungan sejak awal, bukan hanya menunggu munculnya kasus untuk kemudian ditangani.
Ia berharap gerakan vaksinasi rabies dengan dukungan 10.000 dosis ini dapat terlaksana secara optimal di masyarakat. Program tersebut diyakini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, hingga warga setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrnsisco Dasilva Tavares menegaskan bahwa penyediaan vaksin gratis ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap hewan peliharaan. Langkah ini sekaligus menjadi tindakan preventif guna menekan dan mencegah ancaman bahaya rabies bagi masyarakat.
Selain itu, vaksinasi juga menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan status Jawa Tengah yang telah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat terdapat risiko masuknya kembali penyakit tersebut ke Jawa Tengah.