"Karena kalau misalkan kita galau, kalau kita memikirkan sesuatu hal yang tidak sebaiknya dipikirkan, itu mempengaruhi imun juga, jadi cepat drop gitu loh."

Selain menjaga kondisi mental, Aida juga memiliki cara tersendiri dalam mengatur pola makannya. Berbeda dengan sejumlah pasien kanker yang memilih sangat ketat menghindari makanan tertentu, Aida mengaku tetap mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Baginya, yang terpenting adalah menjaga porsi agar tidak berlebihan. Cara tersebut dipilih agar dirinya tidak mengalami stres karena harus menjalani pola makan yang terlalu ketat.

"Sebetulnya kalau untuk cancer ada ya, seperti gula, nasi gitu ya, harus dibatasi kan. Terus enggak daging merah biasanya gitu kan. Tapi kalau aku sih enggak ya, kalau aku semua aku makan. Tapi yang penting enggak berlebihan, itu aja."

Di balik perjuangannya melawan kanker, Aida memiliki alasan terbesar untuk terus bertahan hidup, yakni kedua anaknya. Kondisi fisik Aida sempat berada di titik terendah. Selain harus menghadapi kanker, ia juga pernah mengalami stroke akibat adanya cairan di saraf otak hingga membuatnya kesulitan berbicara secara normal.

Dalam kondisi kritis tersebut, Aida mengaku selalu teringat kedua buah hatinya. Anak-anak yang masih berusia 10 dan 9 tahun menjadi sumber semangatnya untuk kembali bangkit.