NADIKABAR.COM — Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama terkait keamanan maritim dalam rangka menjaga keamanan perairan Indonesia, termasuk Laut Natuna Utara.

Penguatan kerja sama itu dibahas dalam Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, untuk mengantisipasi ketegangan di Laut China Selatan dan menjaga keamanan di Laut Natuna Utara, Indonesia berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Kami juga berpegang pada hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea) 1982,” imbuhnya.

Melalui kerja sama dengan Australia, kedua negara akan memperkuat pengawasan maritim, patroli, dan penegakan hukum.

“Kemampuan ini penting untuk menjaga keamanan perairan Indonesia, termasuk Natuna Utara,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu.

“Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif, dengan kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia sebagai prioritas,” katanya.

Indonesia dan Australia memperkuat sinergi kerja sama di bidang hukum dan keamanan melalui Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security.

Menko Polkam Dudung Abdurachman mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan joint communique atau pernyataan bersama antara Indonesia dan Australia.

Komitmen bersama itu, di antaranya penguatan kemitraan strategis, penguatan keamanan maritim, pemberantasan terorisme, pemberantasan kejahatan lintas negara, penguatan keamanan perbatasan, dan keamanan siber.

Menurut Dudung, kerja sama dengan Australia tersebut penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, dan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.