"Nggak dibayar. Dikasih makan enak aja pokoknya. Pagi kita datang, syuting. Alhamdulillah," kenangnya.

Sebelum dikenal sebagai penyanyi, Jaja ternyata sudah terbiasa bernyanyi dalam pertunjukan tukang obat. Dari sanalah salah satu awal perjalanan bermusiknya dimulai.

"Saya sebelum rekaman, nyanyi itu nyanyi tukang obat," ungkapnya.

Jaja kemudian menceritakan suasana pertunjukan tukang obat yang pernah diikutinya. Ia menyebut ada seorang tukang obat bernama Abdul Khair yang menjadi bagian dari pengalaman awalnya bernyanyi.

"Dulu tukang obat namanya Abdul Khair. Kalau mau main, dipasang kapur dulu, kapur... selapangan badminton. Nggak boleh lewat dari situ. Dia nyanyi dulu tuh. Gitu mulanya," cerita Jaja.

Jaja Mihardja sebelumnya dilaporkan mengalami sejumlah penyakit komplikasi. Kondisi tersebut tim redaksi lain infeksi paru-paru atau pernapasan, infeksi ginjal, infeksi usus, diabetes, hingga pembengkakan pada pembuluh darah di kaki.

Kondisi kesehatan Jaja sempat menurun drastis. Ia bahkan pernah pingsan dan tidak sadarkan diri setelah mengisi acara televisi maupun seusai salat Asar hingga harus dilarikan ke rumah sakit.