Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan potensi Jakarta untuk membangun ekosistem perfilman yang mampu menarik talenta, investasi, dan produksi internasional.

Pramono juga menyampaikan perkembangan ekonomi Jakarta yang mencatat pertumbuhan 5,52 persen dengan inflasi sebesar 2,7 persen.

Di sektor transportasi, ia menyebutkan bahwa Jakarta telah mencapai peringkat ke-15 dalam pemeringkatan global yang dirujuknya, naik dari posisi ke-17. Selain itu, 93 persen wilayah Jakarta disebut telah terhubung dengan transportasi umum.

Berbagai perkembangan tersebut diyakini dapat menjadi modal bagi Jakarta untuk memperkuat daya tarik sebagai lokasi produksi film, serta membangun ekosistem yang menghubungkan kebutuhan industri, dukungan pemerintah, dan peluang investasi.

Melalui JSF 2026, Jakarta Film Commission bersama Pemprov DKI mendorong pengembangan ekosistem perfilman yang menghubungkan kebijakan publik, kebutuhan produksi, dan akses investasi guna memperluas peluang produksi di Jakarta, serta memperkuat peran kota dalam industri perfilman regional.