NADIKABAR.COM — Festival film internasional tahunan Jakarta Film Week (JFW) 2026 diumumkan berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober mengusung tema "Encounter" (perjumpaan).
Direktur Festival Jakarta Film Week 2026 Rina Damayanti mengatakan pilihan tema untuk perhelatan tahun keenam yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta serta Jakarta Film Commission itu sebagai wujud Jakarta Film Week mendukung penuh visi Jakarta Kota Sinema.
"Ketika kreativitas dan imajinasi sudah dinyalakan, maka membutuhkan ruang untuk bertemu, Jakarta adalah titik temu sinema," kata Rina Damayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Rina menjelaskan bahwa tema perjumpaan atau Encounter dipilih setelah pada edisi tahun lalu festival menggunakan tema "Reignite" atau menyalakan kembali, yang berfokus pada penataan kembali semangat, kreativitas, dan kolaborasi dalam dunia sinema.
Melalui tema baru "Encounter", Jakarta Film Week 2026 diposisikan sebagai titik temu bagi talenta muda, keberanian berkarya, dan kolaborasi antara industri film Jakarta dengan dunia internasional.
Antusiasme terhadap festival tahun ini tercatat melonjak tajam dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Rina melaporkan bahwa Jakarta Film Week 2026 telah menerima lebih dari 1.200 pengiriman karya film yang berasal dari 82 negara, serta 180 proposal kegiatan kompetisi.
Rangkaian praacara menuju festival utama Jakarta Film Week sudah dimulai sejak Maret 2026 melalui rangkaian program bertajuk "JFW 360"yang bertujuan membawa festival film ini ke lebih banyak ruang putar dan ruang publik.
Program tersebut menggandeng berbagai mitra strategis mulai dari J-Youth Film Festival dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, JFW x Gramedia, NuSinema Bandung, hingga JFW360 x Vidio dengan penayangan 24 film pendek secara daring di platform Vidio untuk memperluas gema acara sebelum puncak Jakarta Film Week 2026 dimulai pada 21 Oktober mendatang.