"Mudah-mudahan di Jakarta akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah atau tiga yang segera dibangun dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Pramono menjelaskan dua hingga tiga fasilitas PLTSa tersebut diperkirakan membutuhkan pasokan sampah sekitar 7.000 ton per hari. Dengan begitu, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menyeimbangkan neraca pengelolaan sampah di Jakarta.

"Kalau itu dilakukan, maka neraca sampah di Jakarta juga akan menjadi balance karena dua atau tiga tadi membutuhkan kurang lebih 7.000 ton," jelasnya.