Dalam presentasi putaran final, Tim Wika Gedung memaparkan proses rekayasa atap terbesar di Indonesia yang dapat dibuka dan ditutup (largest retractable roof), termasuk penjelasan penggunaan akal imitasi (AI) untuk menekan risiko kesalahan dan potensi kerugian.
Arddhanu berharap, perkembangan JIS dapat menjadi inspirasi, kebanggaan, dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat.
“Kami bersyukur JIS dapat di-deliver oleh perusahaan dan menjadi salah satu fasilitas ikonik di Jakarta yang terus berkembang, terus tumbuh, serta dapat digunakan secara maksimal oleh warga Jakarta dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.