NADIKABAR.COM — Penerapan ganjil genap (gage) di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, masih dalam pembahasan. Pasalnya, peraturan ini disebut berdampak pada aktivitas perekonomian.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pihaknya segera memutuskan penerapan gage itu tetap dilanjutkan atau ditiadakan. Ia mengaku sudah mendapatkan keluhan dari warga setempat.
"Yang pertama untuk ganjil-genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan. Di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua," ujar Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).
"Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil-genap tersebut," tambahnya.
Dia mengatakan penerapan tersebut akan segera diputuskan di samping pengerjaan MRT yang ditargetkan rampung 2027. Setelah itu, ganjil-genap akan diputuskan.