Untuk menjaga transparansi pertandingan, penyelenggara menerapkan sistem penilaian digital sehingga peserta dapat melihat hasil penilaian secara langsung. Pertandingan dipimpin oleh wasit dan juri dari IPSI DKI Jakarta dengan memanfaatkan beberapa gelanggang.
Para peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan bagi para juara.
Salah satu pesilat muda yang berpartisipasi dalam ajang tersebut, yakni Muhammad Ikhwan Al Fatah (12), yang merupakan siswa MTs 22 dan berasal dari Perguruan Panca Sukma Sabandar 1971.
Fatah mengaku telah menekuni pencak silat sejak berusia sekitar enam tahun. Dalam ajang Jakarta Nasional Pencak Silat 2026, ia mengikuti jalur prestasi pada kategori tanding. Untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan, ia rutin menjalani latihan setiap hari, menjaga pola makan, serta mengatur waktu istirahat agar kondisi fisiknya tetap prima.
“Saya latihan setiap hari, menjaga pola makan, tidur teratur, dan tidak begadang. Harapan saya, bisa menjadi juara satu di kejuaraan ini,” ucap Ikhwan.
Kegiatan yang berlangsung pada 6-8 November 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, itu diikuti sekitar 2.400 peserta dari 15 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Papua, Banten, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau.
Kejuaraan tersebut melibatkan pelajar jenjang SD, SMP, SMA, dan sederajat. Kompetisi dibagi ke dalam sejumlah kategori, yakni jalur prestasi, pemasalan, dan tradisi, dengan cabang pertandingan meliputi seni tradisi, tanding, tunggal, ganda, dan regu.