NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti posisi Jakarta yang kini berada di peringkat ke-140 dalam Global Cities Index 2026 versi Oxford Economics. Pramono menyebutkan capaian itu tidak lepas dari upaya Pemprov DKI menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang diwariskan gubernur-gubernur sebelumnya.

"Jakarta sekarang ini sebagai kota global untuk Kearney kita nomor 71 dari 156. Terakhir minggu lalu barusan dirilis dari Oxford Economics University, dari 1.000 kota dunia kita nomor 140," kata Pramono saat meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate di Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan Global Cities Index 2026, Oxford Economics memang menempatkan Jakarta di peringkat ke-140 dari 1.000 kota. Indeks tersebut menilai kota berdasarkan lima kategori, yakni ekonomi, human capital, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.

Pramono mengatakan posisi Jakarta tersebut mengalami peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Dia mengatakan Jakarta sebelumnya berada di peringkat 300-an.

"Dulu dua tahun yang lalu nomor 300, Pak Heru. Sekarang nomor 140," ujarnya.

Pramono mengatakan peningkatan posisi Jakarta bukan semata hasil kerja satu pihak. Menurut dia, ada kesinambungan pembangunan dari pemerintahan sebelumnya yang dilanjutkan saat ini.

"Dan menurut saya bukan siapa-siapa yang membuat itu menjadi lebih baik, tetapi memang kesadaran sepenuhnya," ungkapnya.

Dia mengaku berkomitmen menyelesaikan sejumlah proyek yang belum rampung dari gubernur-gubernur sebelumnya.

"Dan dalam berbagai acara saya selalu mengatakan bahwa saya akan menyelesaikan hal-hal yang belum selesai dari gubernur-gubernur sebelumnya," tuturnya.

Pramono kemudian mencontohkan pembangunan LRT Jakarta. Dia menyebutkan proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome diputuskan pada masa Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sedangkan perpanjangan dari Velodrome hingga Manggarai dilanjutkan pada masa Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono ketika Pramono menjabat Sekretaris Kabinet.

"Untuk LRT dari Kelapa Gading sampai Velodrome itu memang diputuskan ketika itu oleh Bapak Presiden Joko Widodo, gubernurnya Pak Ahok. Tujuannya untuk Asian Games. Tetapi yang melanjutkan dari Velodrome sampai dengan Manggarai namanya Heru Budi Dan Sekretaris Kabinetnya namanya Pramono Anung," tuturnya.

Pramono menilai keberlanjutan proyek tersebut mulai menunjukkan hasil. Dia mengatakan jumlah penumpang LRT Jakarta kini telah menembus 10 ribu orang per hari meski operasionalnya belum sepenuhnya optimal.

"Coba kalau tidak dilanjutkan, pasti sampai dengan hari ini 4.000 lah average-nya," katanya.

"Sekarang dengan sudah dilanjutkan, baru trainset-nya yang terbatas, ada tiga stasiun yang belum operasi sepenuhnya, sudah di atas 9.000, bahkan 10 ribu," sambung Pramono.

Dia memperkirakan jumlah penumpang LRT Jakarta dapat meningkat hingga 60 ribu-80 ribu orang per hari apabila seluruh layanan telah beroperasi penuh.

"Dan kalau sudah beroperasi penuh saya yakin pasti angkanya antara 60 sampai dengan 80 ribu," imbuhnya.