NADIKABAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menargetkan juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid mengatakan bahwa dengan waktu dua tahun tersisa diharapkan mampu untuk menjadi persiapan yang matang bagi para atlet.

"Saya minta target yang terukur dan realistis. Dalam waktu dua tahun tersisa, mari kita lihat apakah waktu tersebut cukup. Jika tidak, cari jalan keluar dan solusinya," tegas Hidayat dalam keterangan resmi, Kamis.

KONI Jakarta baru saja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON 2028 sebagai persiapan.

Hidayat mengatakan bahwa menjadi juara umum PON 2028 harus dibarengi dengan komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Setiap pihak dituntut mengambil peran dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya.

"Keberhasilan hanya bisa diraih melalui komitmen dan kerja bersama, bukan sikap pasrah atau saling mengandalkan," kata Hidayat.

Dalam persiapan menatap PON 2028, KONI Jakarta menerapkan standar kualifikasi yang ketat berbasis prestasi. Meski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi.

Adapun kriteria pemberangkatan atlet nantinya didasarkan pada hasil babak kualifikasi.

Pada kualifikasi tingkat nasional, atlet ditargetkan mampu menembus peringkat empat besar. Sementara itu, pada kualifikasi tingkat wilayah atau zonasi, atlet wajib menempati posisi dua besar atau menjadi finalis.

"Dengan target yang terukur, seleksi atlet berbasis prestasi, serta koordinasi antarcabang olahraga, Jakarta membidik hasil maksimal sekaligus peluang menjadi juara umum PON XXII/2028," ujar Hidayat.

Dalam PON 2024, Jawa Barat keluar sebagai juara umum setelah mendulang total 540 medali yang terdiri dari 195 emas, 163 perak, dan 182 perunggu.

Sementara Jakarta menempati peringkat kedua setelah mengantongi 479 medali yang terdiri dari 184 emas, 150 perak, dan 145 perunggu.