NADIKABAR.COM — PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mengevaluasi kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok yang mendapat kritikan dari Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho usai laga Persija menghadapi Persik Kediri pada Senin (27/10) yang dimenangkan Tim Macan Kemayoran dengan skor 2-1.

“Masukan tersebut menjadi perhatian Jakpro sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lapangan dan meningkatkan standar layanan stadion,” kata Head Of SBU JIS, Shinta Syamsul Arie di Jakarta, Selasa.

Shinta menjelaskan sebagai pengelola JIS, Jakpro memandang kualitas lapangan sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung keselamatan pemain, kenyamanan, serta kelancaran pertandingan sepak bola.

Oleh karena itu, evaluasi terhadap kondisi lapangan secara berkala menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas rumput tetap terjaga sesuai kebutuhan operasional dan standar teknis yang berlaku.

Ia menjelaskan Jakpro sampai dengan saat ini terus melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi rumput, termasuk aspek kualitas permukaan lapangan dan efektivitas pemeliharaan dan perawatan.

"Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan,” kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada proses pemasangan, kerataan, dan kekuatan akar rumput.

Menurut dia setelah pelaksanaan konser terakhir, pemasangan rumput berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu minggu dan ini jauh lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya yang dapat membutuhkan waktu hingga empat bulan.

“Selain itu, kekuatan akar pada rumput juga menunjukkan hasil yang lebih baik,” kata dia.

Ia mengatakan sistem ini membuat rumput lebih kuat melekat pada permukaan lapangan, sehingga risiko rumput terlepas saat pertandingan dapat diminimalkan.Bahkan, pada pertandingan terakhir, tidak ditemukan rumput yang terlepas.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas rumput lapangan secara berkelanjutan, Jakpro terus mengembangkan sistem pemeliharaan rumput JIS, antara lain melalui penyediaan area pembibitan (turf nursery) dan pemanfaatan teknologi perawatan.

Upaya ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan rumput pengganti, mempercepat proses pemulihan lapangan, serta menjaga kualitas rumput agar tetap optimal dalam mendukung berbagai kegiatan dan pertandingan di JIS.

Jakpro juga terus menyempurnakan tata kelola penggunaan lapangan dengan mempertimbangkan kebutuhan pertandingan sepak bola, penyelenggaraan konser dan kegiatan lainnya, serta waktu pemulihan rumput setelah digunakan.

“Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi JIS sebagai stadion multifungsi dan pemenuhan kebutuhan teknis lapangan sepak bola,” kata dia.

Ia menambahkan bagi Jakpro, optimalisasi JIS tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan stadion untuk berbagai kegiatan, tetapi juga dengan konsistensi menjaga kualitas fasilitas dan layanan.

“Melalui evaluasi teknis, pemeliharaan berkelanjutan, serta penyempurnaan tata kelola operasional,” kata dia.

Ia menegaskan Jakpro berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas JIS sebagai stadion kebanggaan Jakarta yang mampu mendukung berbagai agenda olahraga dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Menurut dia komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan stadion agar mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan berbagai jenisacara.

Ia menambahkan JIS sejak awal dikembangkan sebagai stadion multifungsi yang mendukung event berskala nasional maupun internasional.

“Karena itu, kesiapan operasional menjadi aspek penting yang terus kami tingkatkan, termasuk melalui pengembangan turf nursery, optimalisasi teknologi rumput, serta pemeliharaan lapangan secara berkelanjutan,” kata dia.

Ia mengatakan upaya peningkatan kesiapan operasional tersebut juga mendukung cita-cita JIS sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan kegiatan olahraga dan non olahraga berskala nasional dan internasional di Jakarta.

“Dengan pengelolaan fasilitas yang semakin terencana, JIS diharapkan dapat memberikan kepastian kesiapan venue bagi penyelenggara acara, sekaligus menghadirkan pengalaman yang aman dan nyaman bagi atlet, penonton, serta seluruh pengguna stadion,” kata dia.