Program infrastruktur MYP dijalankan lewat skema anggaran kontrak tahun jamak atau multi years contract tahun 2025-2027. Dari total Rp 3,7 triliun anggaran yang dikucurkan, Rp 2,5 triliun khusus dialokasikan untuk pembangunan jalan.
Anggaran itu mengakomodir penanganan 1.400 kilometer (km) jalan pada sekitar 100 ruas yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulsel. Andi Sudirman memastikan pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung hingga 2027 mendatang.
"Progresnya sesuai rencana dan semuanya on the track. Saat ini progres pekerjaan berada pada kisaran 20 hingga 35%. Artinya, dari sekitar 1.000 kilometer jalan yang kita kerjakan, sudah ada lebih dari 300 kilometer yang tertangani dengan baik," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Kamis (3/9).
Andi Sudirman memastikan sejumlah ruas jalan yang telah tertangani mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ruas jalan yang sudah dilewati dan berdampak positif oleh warga adalah ruas jalan yang memiliki lalu lintas harian tinggi.
"Pada prinsipnya semua berjalan on the track. Bahkan beberapa ruas sudah mulai dinikmati masyarakat, khususnya ruas yang selama ini menjadi keluhan dan memiliki aktivitas lalu lintas harian rata-rata cukup tinggi," jelasnya.
Program MYP tidak hanya mengakomodir pembangunan jalan strategis semata. Program MYP juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan layanan kesehatan lewat rehabilitasi irigasi hingga pembangunan rumah sakit regional.
Program MYP mengakomodir pembangunan irigasi dengan anggaran Rp 780 miliar yang melayani 54.000 hektare sawah di berbagai wilayah Sulsel. Selain itu mencakup pembangunan Rumah Sakit Regional di Gowa dan Luwu dengan anggaran sekitar Rp 485 miliar.